Kamis, 26 Desember 2013
NEON BOX PEGADAIAN NDI STASIUN JOGYAKARTA
Pada tanggal 17 Agustus 2013 (bersamaan momen hari Kemerdiaan RI) berkesempatan datang ke Jogyakarta, di stasiun KA terpampang neon box Pegadaian dengan logo baru...
Selasa, 24 Desember 2013
PEGADAIAN LOGO BARU
![]() |
| Cover Buku Tulis Maskot Rogaya |
![]() |
| Print ad Pegadaian Syariah produk Amanah |
![]() |
| Print ad Pegadaian Syariah |
![]() |
| Print ad Pegadaian 'Layanan Transaksi' |
![]() |
| Print ad Pegadaian 'Emas On Line' |
![]() |
| Print ad Pegadaian 'Investasi Logam Mulia' |
![]() |
| Print ad Pegadaian 'Mulia' |
![]() |
| Print ad Pegadaian 'Rahn' |
![]() |
| Print ad Pegadaian 'Sentra Mikro UMKM' |
![]() |
| Souvenir Flashdisk |
![]() |
| Souvenir Boneka Rogaya (Robot Pegadaian Bergaya) |
Kamis, 15 November 2012
BELITONG EXOTIC EXPO
Selasa, 18 September 2012
DESAIN KALENDER HIJIRIAH
Minggu, 26 Agustus 2012
KOMIK BAITUL MAAL HIDAYATULLAH
Senin, 20 Agustus 2012
LOGO KAFALA INSAN MANDIRI
Sabtu, 29 Oktober 2011
JOURNAL TRADE EXPO INDONESIA 2011

26 Tahun TEI “Indonesia Memukau”
Trade Expo Indonesia (TEI) sudah berjalan 26 tahun. Di tahun 2011 ini dimulainya revitalisasi tahap kedua setelah selesainya tahap pertama (2006-2010). Penyelenggaraannya di Jakarta International Expo, Kemayoran pada tanggal 19 sampai 23 Oktober 2011.
TEI yang sebelumnya bernama Pameran Produk Ekspor (PPE) sebagai ajang pamer produk karya anak bangsa yang berkualitas dan layak bersaing di pasar global. Produk yang memiliki potensi ekspor merupakan pilar penting dalam membentuk nation branding sebuah bangsa, sehingga mampu menarik buyers dari berbagai negara datang mengunjungi Trade Expo Indonesia.
TEI yang mengusung tema “Indonesia Memukau” (Remarkable Indonesia) adalah cerminan potensi yang luar biasa dari kekayaan alam, sumber daya manusia, kreativitas serta inovasi yang dimiliki Indonesia.
Dalam pelaksanaan TEI selama lima hari tersebut diterbitkan JOURNAL TEI yang berisi informasi dan transaksi, hasil liputan wartawan senior berpengalaman. JOURNAL TEI didistribusikan ke lembaga pemerintah, hotel, universitas, peserta pameran dan dibagikan gratis kepada pengunjung.
JOURNAL TEI diterbitkan oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), selaku Penanggung Jawab adalah Direktur Pengembangan Produk dan Ekonomi Kreatif - Dody Edward bekerjasama dengan METAFORMA COMMUNICATION.
Untuk yang ke empat METAFORMA COMMUNICATION mendapat amanah menerbitkan JOURNAL TEI sejumlah delapan halaman (6 hal bahasa Indonesia 2 hal bahasa Inggris) dengan oplah 15.000 ekp. Kali ini JOURNAL TEI menggunakan kertas art paper 120 gr, ukuran A4 tampil simpel dan elegan.
Kamis, 27 Oktober 2011
PEGADAIAN SYARIAH



Perum PEGADAIAN membuat TVC Produk Syariah yang terdiri dari Produk MULIA sarana investasi dana dalam emas. Produk ARRUM pembiayaan usaha mikro kecil dengan jaminan BPKB. Produk RAHN jasa gadai dengan jaminan barang perhiasan dan barang elektronik yang berprinsip syariah.
Ketiga ide Tvc MULIA, RAHN, ARRUM digarap oleh tim METAFORMA COMMUNICATION, hasilnya mulai ditayangkan di tahun 2011, iklan tiga versi dengan durasi 30 detik di sutradarai oleh Nanda Citra, director of fotographi Robby Harby, Ruki Dargo selaku Producer, Creative Director oleh Suryo Kusumanto & Eki Thadan.
Lokasi shootingnya di cabang PEGADAIAN Senen selama dua hari. Aransemen musiknya dipercayakan pada Mas Agus dari Studio G16.
Selasa, 08 Februari 2011
Pakan Burung B n R, Bang Yos & Bang Boy

Produk pakan burung BnR produksi PT Hanna Graha Abadi melakukan aktifitas komunikasi periklanan, selain dengan tabloid BnR yang dimilikinya juga dengan iklan TV yang digarap oleh Metaforma. Dalam TVC nya digambarkan suasana pertandingan kicau burung yang meriah, dimana seorang peserta tampak marah marah dengan burungnya karena dinilai berpenampilan buruk. Ia didatangi 2 orang ‘tokoh perburungan’ yang menasehatinya untuk menggunakan pakan burung BnR supaya jadi burung jagoan dengan kicau yang menawan.
Pada lomba yang lain beberapa minggu kemudian, burungnya berhasil jadi juara berkat pakan burung BnR. Dalam iklan ini muncul figur Bang Yos mantan gubernur Jakarta, Pak Boy Ramli dan Pak Kamil yang memang merupakan para tokoh di dunia ‘burung kicau’ tanah air.
TVC Durasi 30 detik ini disutradarai Nanda Citra dengan DOP Robby Herby, lokasi shooting di halaman rumah yang sangat luas milik Bang Yos di kawasan Cibubur Jakarta Timur.
Jumat, 17 Desember 2010
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN

Tugasnya mangatur distribusi kebutuhan pokok bagi warga DKI Jakarta, pekerjaan ini sangat mengoda, karena para pedagang tak segan-segan menyuap, asal mendapat barang. Tetapi, bagi John Mulia Sihombing ketika bekerja di Kologda Jaya pada tahun 1967 tidak mau melakukannya. Salah satu pedagang yang menemuinya adalah Sdr Oey Ek Thjong, ia datang dari kantor di Jl. Pasar Pagi No 118 dengan memakai sandal jepit. Pedagang itu, kini, menjadi konglomerat PT. Sinar Mas dengan nama Indonesia, Eka Tjipta Wijaya.
JM Sihombing menceritakan situasi itu pada waktu mengawali bekerja di lingkungan koperasi, perjalanan karir di dunia perkoperasian ditekuni dengan sungguh-sungguh, walaupun penuh intrik tetap tak goyah dalam memegang prinsip. Bagaimana pun kondisi dan situasinya, ia ingin koperasi dapat tumbuh dan mampu menyejahterakan rakyat, walaupun impian itu belum terwujud sampai ia pensiun dengan jabatan terakhir sebagai Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM. Baginya, tugas adalah amanah yang harus dipertangungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Dua tahun setelah pensiun, pengalaman hidupnya ditulis di dalam buku TIADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN. Dengan bahasa berdialek medan, catatan itu di olah-alih menjadi rangkaian cerita yang menarik untuk diwariskan kepada anak, cucu dan keturunannya.
Metaforma Communications dipercaya untuk mengedit, mendesain mulai dari fotografi cover, tata typografi, hingga pencetakan. Buku ukuran 14 x 21 cm, berisi 252 halaman dikerjakan dalam waktu 1 bulan. Diluncurkan pada saat JM Sihombing berulang tahun yang ke 70.
Jumat, 22 Oktober 2010
TEI 2010 'Remarkable Indonesia'

25 Tahun TEI
Trade Ekspor Indonesia (TEI) ke 25 di selenggarakan pada 13 – 17 Oktober 2010 di Jakarta International Expo, Arena Pekan Raya Kemayoran, menampilkan berbagai produk ekspor non migas, industri, jasa dan industri kreatif.
Pelaksanaan Seperempat abad TEI oleh Kementerian Perdagangan (pada waktu itu Departemen Perdagangan mengadakan Pameran Produksi Ekspor (PPE) bertekad meningkatkan ekspor nonmigas). Sejak tahun 1985, penyelengaraan TEI hingga saat ini telah dilakukan berbagai langkah penyempurnaan. Pada tahun 2006 dilakukan program revitalisasi pameran 5 tahun, dan sejak itu pula nama PPE diganti dengan TEI.
Agenda utama TEI 2010 adalah merampungkan revitalisasi yang dimulai pada 5 tahun yang lalu. TEI diharapkan dapat memenuhi kualifikasi sebagai pameran bertaraf internasional yang mempunyai kredibilitas dan menjadi istimewa karena dilakukan bersamaan dengan Pameran Pangan Nusa 2010. Pelaksanaan TEI mengusung sub tema Indonesia yang memukau (Remarkable Indonesia).
Perhelatan TEI selama lima hari, dengan berbagai aktivitas kontak bisnis dan transaksi tersebut terliput dalam JOURNAL TEI yang terbit setiap hari. PT Metaforma Internusa (Metaforma Communications) dipercaya untuk menerbitkan JOURNAL sejak tahun 2008, melibatkan wartawan senior yang berpengalaman di bidangnya dan dibantu dengan tenaga muda yang enerjik, mulai dari isi perencanaan, peliputan, mendesain, pencetakan hingga penyebaran ke instansi pemerintah, kedutaan, hotel dan universitas.
JOURNAL TEI berisi 8 halaman terdiri dari 6 halaman berbahasa Indonesia, 2 halaman berbahasa Inggris, menyajikan informasi yang menjadi rujukan bagi buyer maupun investor dari mancanegara.
http://www.tradexpoindonesia.com/document-download/journals/
Selasa, 26 Januari 2010
KREATIFITAS DARI SANG MAHA KREATIF
Peran orang (kreatif) ini sesungguhnya dibutuhkan setiap waktu, kapan pun, dimana pun oleh siapapun, apalagi orang priklanan memiliki tanggung jawab sosial & spiritual. karyanya terlahir untuk memberi manfaat kepada stakeholder melalui brand/produk/jasa dengan pesan yang menggoda, merangsang untuk pemenuhan kebutuhan bersama, baik produsen maupun konsumen.
Namun sayangnya praktisi periklanan dalam menciptakan karya terkadang menjelek2an kompetitor, pesan menipu yg tak sesuai fakta atau merasa paling superior, gimana tanggungjawab sosialnya? Apalagi tanggung jawab spritualnya? Padahal setiap yang keluar dari manusia (kreatif) baik lisan (audio) tulisan (video) akan dimintai pertanggungjawaban oleh Yang Maha Kreatif.
Yang lebih mencemaskan, jika orang kreatif merasa paling kreatif dimana karya kreatifnya terlahir atas proses kreatif yang dilakukan oleh diri sendiri, yang tidak memiliki korelasi dengan Yang Maha Kreatif. Karena aku berpikir kreatif, maka terlahirlah karya kreatifku.
Sabtu, 31 Oktober 2009
JOURNAL TEI 2009
”
Trade Expo Indonesia (TEI) 2009 diselenggarakan oleh Departemen Perdagangan RI, dalam hal ini Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) berlangsung dari 28 Oktober – 1 November 2009. Salah satu tujuannya ialah sebagai kegiatan ‘Nation Branding’ dalam membangun citra
TEI berlangsung di Arena Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, dengan
tema ”Indonesia Unlimited” menekankan pentingnya Indonesia sebagai mitra dagang yang memiliki keragaman produk dan jasa kreatif tak terbatas, seperti; teknologi informasi, fashion, kerajinan, perhiasan dan aksesoris, perlengkapan kantor dan kertas, produk tekstil, material bangunan, gelas dan keramik, produk holtikultura, furniture, elektronik, alas kaki, peralatan medis, bumbu-bumbu, dan juga jasa seperti animasi, permainan interaktif serta jasa arsitektur.
Segala aktivitas pameran, seminar, pertemuan bisnis, kontak dagang maupun transaksi yang terjadi di dalam arena TEI 2009 diliput oleh reporter kemudian dipublikasikan melalui JURNAL TEI yang terbit lima hari, selama acara berlangsung.
JURNAL TEI berjumlah 8 halaman ukuran A4 dicetak full color dibagi-bagikan secara gratis kepada pengunjung, buyer, peserta pameran dan didistribusikan ke Departemen, Lembaga Negara yang terkait, Organisasi profesi, Kedutaan besar negara asing, dan hotel-hotel tempat penginapan para delegasi dan buyer dari berbagai negara.
METAFORMA COMM
UNICATION (Metaforma Internusa) selaku koordinator penerbitan JURNAL TEI didukung oleh wartawan senior dari berbagai media yang berpengalaman, mengemasnya dalam bahasa yang lugas dan informatif
Isi JURNAL TEI dibaca oleh pengunjung maupun buyer sebagai panduan sebelum melakukan transaksi. Informasi kebijakan maupun relegusi yang disampaikan Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu melalui JURNAL TEI menjadi acuan yang dikutip oleh media-media nasional maupun internasional.
METAFORMA COMMUNICATION menangani JURNAL TEI mulai dari perencanaan isi, pengumpulan bahan liputan, pemotretan, penulisan, desain sampai pra cetak sampai pencetakan dan pendistribusian.
Jurnal Trade Expo Indonesia dapat dibaca di http://www.tradexpoindonesia.com/en/document-download/journals/
Jumat, 07 Agustus 2009
seminar MENGATASI MASALAH ITU, MUDAH

Masalah itu bisa berupa persoalan kebutuhan ekonomi, percekcokan keluarga, perseteruan antar saudara, konflik hubungan antara orang tua dan anak, perselisihan kerjasama dengan mitra bisnis, keretakan rumah tangga dengan adanya wanita/pria idaman lain, perselingkuhan, perceraian dan bermacam problem lainnya.
Bagaimana tips dan trik ’Mengatasi Masalah Itu, Mudah’, Prof. Dr. H. Ahmad Husain Asdie (FK UGM), M. Fauzil Adhiem dan Moderator Rina Gunawan akan berbagai pengalaman pada hari Sabtu, 15 Agustus 2009 di Galeri II TIM Jakarta pk 09.00 – 13.00 Wib.
Acara ini diselenggarakan oleh BMH (Baitul Maal Hidayatullah) bekerjasama dengan METAFORMA event organizer, Seminar setengah hari ini hanya penampung 500 orang peserta. Kontribusi Rp60 ribu mendapat gratis Selai SELABU, majalah HIDAYATULLAH dan Asuransi Accident Jiwasraya.
Kerjasama yang keduakalinya antara METAFORMA dengan BMH ini bertujuan untuk; 1. Memberikan kesadaran bahwa masalah tak perlu dihindari tetapi disikapi. 2. Menanamkan keyakinan bahwa dibalik kesusahan ada kemudahan. 3. Menumbuhkan kepercayaan bahwa mengatasi masalah itu mudah.
PENDAFTARAN, BMH: 021- 9308 2804, 7975770, (TRI) 0813 8008 9392, 021-3376 3143 METAFORMA: (ANNA) 021 9193 6094 (EKI) 0813 8371 3210
Pembayaran melalui BCA, AC.: 553.0111.999 an Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (Bukti transfer di Fax 021-7975614) Bukti transfer HARAP DIBAWA pada saat acara.
Kamis, 06 Agustus 2009
STAND HORTIKULTURA TAMPIL OPTIMAL

Pekan Flori & Flora Nasional 2009 di Tangerang City, Kota Tangerang, Banten. Tanggal 24 – 29 Juli lalu, dibuka oleh Menteri Pertanian Dr. Anton Apriyantono berlangsung meriah, Direktorat Hortikultura sebagai salah satu pelaksana penyelenggara, ikut berpartisipasi membuka stand.
Stand Hortikultura dirancang oleh tim kreatif METAFORMA COMMUNICATIONS, E
ki Thadan, Evelin Sabrina, Eka Sumbada Anggara, mendesain ruang pamer ukuran 3x4 m sebanyak 5 stand yang panjangnya disatukan menjadi 3 x 20 m. Desain yang pada mulanya disesuaikan dengan dana terbatas, ketika melihat tampilan desain yang minimalis, Direktur Jenderal Hortikultura Dr. Ir. Ahmad Dimayati, MS) pada tanggal 19 Juli (6 hari sebelum acara) rapat bersama para direktur, mengatakan, ”walaupun waktunya terlambat stand horti sebaiknya tampil lebih maksimal dan optimal, mengingat pameran PF2N sebagai ajang unjuk prestasi kinerja Direktorat Hortikultura 2004 – 2009.”
Tim METAFORMA COMMUNICATIONS menuangkan konsep Pembangunan Hortikultura 6 Pilar yang digagas oleh pak Dimyati, tervisual dalam bentuk ruang stand pemeran, panel, monitor LCD. Panel-panel dan informasi di dalam LCD diolah dari data-data yang diperoleh dari direktur budidaya tanaman hias (Ir. Agus Wediyanto, M.Sc), direktur budidaya tanaman buah (Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc), direktur budidaya tanaman sayuran & biofarmaka (Dr, Muchjidin Rachmat, MS), direktur perlidungan tanaman hortikultura (Ir Soekirno, M.Si), direktur perbenihan & sarana produksi (Ir. Nana Laksana Ranu, MS).
Data dan informasi dalam bentuk tabel, bagan atau laporan kegiatan yang baku itu diolah menjadi panel-panel dengan visual yang menarik, kreatif, efisien dan efektif.
Kamis, 11 Juni 2009
OBH TROPICA Semriwiiing




Batuk biasanya disertai dengan penyakit lain seperti; influenza, pilek, demam, dan sakit kepala. Namun, batuk juga bisa timbul akibat peradangan pada paru-paru, misalnya penyakit tuberculosis (TBC). Batuk terbagi menjadi dua tipe, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering dikarenakan sensitivitas pada bulu-bulu getar di tenggorokan, misalnya jika timbul alergi. Sedangkan batuk berdahak yang disertai dengan keluarnya lender berasal dari peradangan pada paru-paru.
Banyak Obat Batuk Hitam (OBH) yang beredar di pasaran, salah satunya OBH TROPICA untuk dewasa, yang mempunyai rasa menthol segar semriwing terdiri dari; OBH TROPICA EXTRA meredaka batuk dan pilek, OBH TROPICA EXPECTORANT meredakan batuk berdahak, OBH TROPICA PLUS meredakan batuk, sakit kepala, hidung tersumbat, demam karena inflensa. Selain itu ada OBH TROPICA untuk anak-anak yang terdiri dari; OBH TROPICA PLUS rasa jeruk, OBH TROPICA PLUS rasa strawberry dan OBH TROPICA EXPECTORANT rasa madu.
METAFORMA COMMUNICATIONS merancang iklan media cetak OBH TROPICA, iklan OBH TROPICA dewasa menggunakan model Andre Stinki dengan tagline ”uhuk... Uhuk... Uhuuk....! jadi Aaaaah Rasa Menthonya Seemriwiiiiing...! telah dipublikasi melalui media cetak, SINDO, BINTANG, WANITA INDONESIA dan beberapa media cetak liannya.
Jumat, 01 Mei 2009
PEGADAIAN Media Print





Jumat, 17 April 2009
Kerabat PEGADAIAN

“Hai kerabat gapai cita dan cita, lewati suka dan duka... saling beri manfaat, itulah arti kerabat...”
Rabu, 15 April 2009
Jurnalis Independen Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Buku ’Aku Wartawan Merdeka’ yang ditulis oleh para wartawan harian ’Merdeka’, milik BM Diah. ’Aku Wartawan Merdeka’ dipersembahkan untuk generasi jurnalis sekarang dan masa mendatang. Berisi tentang spirit perjuangan, kebebasan, pengabdian dengan segala keterbatasan yang ada, fasilitas yang minim, dalam tekanan situasi politik, tetapi masih berani menyuarakan kata merdeka, berani menyampaikan aspirasi, berani menyuarakan inspirasi rakyat.
Spirit wartawan ’Merdeka’ sebenarnya tidak pada medianya, tetapi pada kemerdekaan, kebebasan dan sikap independen. Kebebasan yang berpihak kepada kepentingan kemanusiaan, kebangsaan untuk kemaslahatan umat Indonesia dan warga dunia. Contohnya, BM Diah telah berjasa mendamaikan pertentangan Blok Barat dengan Blok Timur, mencairkan hubungan Uni Soviet dengan Amerika Serikat. Jurnalisme Damai sudah dipelopori oleh BM Diah dan ditularkan ke teman-teman wartawan ’Merdeka’.
Kata ’Merdeka’ memiliki makna yang berdimensi luas, sebuah makna yang dituntut untuk bersikap dan bertindak dengan penuh tanggung jawab, karena setiap informasi yang tersiar dan tersebar akan berdampak kepada masyarakat, bangsa dan negara yang juga berkorelasi dengan agama. Karena, setiap tindakan dalam penyebaran berita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Sang Pencipta, Tuhan Semesta Alam....!
Beberapa nama yang pernah jadi wartawan di harian ’Merdeka’ adalah; Herawati Diah (istri BM Diah), Tribuana Said (Direktur Lembaga Pendidikan Dr Sutomo), Harmoko (mantan Menpen), Asro Kamal Rokan (mantan direktur LKBN Antara), Yanto Sugiarto (mantan Pemred RCTI), Neta S. Pane (Ketua Presidium Indonesia Police Watch), Krisna Wijaya (mantan Direktur BRI), Pramudi Said (Pemred Skh Waspada Medan, Eki Thadan (mantan Art Director Triwira Advertising yang menggagas iklan produk SHARP, OBH TROPICA) dan masih banyak lagi.
Bagi para jurnalis muda (apapun medianya), Buku ’Aku Wartawan Merdeka’ layak dibaca untuk dijadikan referensi dan inspirasi...
Senin, 13 April 2009
Mereka Bicara Mega

Aku ikut menjadi salah seorang tim penyusun, temanku, Agus Priyanto (wartawan Neraca dan majalah Tropis) memintaku untuk membantu menulis komentar tokoh-tokoh tentang Megawati. Mas Zainun Ahmadi, selaku editor memberi pengarahan dan sudah menentukan daftar nama-nama tokoh yang akan diwawancari, aku pun menyanggupi. Disela-sela kesibukkan mengelola METAFORMA COMMUNICATIONS aku berhasil mewawancarai WS Rendra, Sutiyoso (Mantan Gubernur DKI Jakarta), Jalaluddin Rakhmat, Ismail Yusanto (Sekjen Hizbut Tahir Indonesia), Hj Tuti Alawiyah, Syamsul Mu’arif (Mantan Menkoinfo), Bursah Zarnubi (Ketua Umum Partai Bintang Reformasi).
Inilah kutipan mereka:

WS Rendra, “Megawati harus mengembangkan jiwa nasionalisme, menumbuhkan rasa patriotisme terhadap bangsa dan Negara, sebab sekarang adalah sekrisis-krisisnya keadaan di segala bidang. Mulailah dengan membangkitkan local wisdom di daerah-daerah, agar tata nilai budaya tetap terpelihara dengan baik.”
Jalaluddin Rakhmat, “Bu Mega dan Benazir Bhuto, bagai pinang dibelah dua, banyak kemiripan; keduanya berasal dari keluarga mantan presiden. Tapi satu hal yang harus dimiliki Bu Mega sebagaimana Benazir, yaitu keberaniannya mengambil risiko sebesar apapun.”
Letjen Sutiyoso, “ Megawati harus bisa menghadirkan kebijakan untuk kesejahteraan rakyat. Jangan sampai membuat kebijakan yang salah, tidak salah pun bisa di demo habis-habisan. Bayangkan, selama 10 tahun saya jadi Gubernur DKI Jakarta terjadi 5.000 kali aksi demo.”
Ismail Yusanto, ”Mega memiliki kharisma yang dapat dijadikan landasan sebagai amar ma’ruf nahi mungkar. Jangan sampai kemudian justru mengubahnya menjadi amar mungkar nahi ma’ruf.”
Hj. Tutty Alawiyah, ”Tampilnya Mega sebagai presiden, awalnya mengundang kontroversi, tetapi dalam perjalanannya, sebagai pemimpin bangsa Mega dapat dipahami oleh masyarakat muslim.”
Syamsul Mu’arif, “Apa yang menjadi persoalan sehingga PDI P kalah dalam pemilu 2004 dan juga kalah dalam pemilihan presiden? Saya berpendapat, salah satu di antaranya adalah menyangkut perekrutan kadernya di legislatif dan kepengurusan partai.”
Bursah Zarnubi, ”Mega perlu melakukan evaluasi terhadap partai. Sebagai salah satu partai politik terbesar tentu banyak yang bertanya, mengapa selalu saja ada kader elite yang melakukan eksodus?”

















